SIGI — Upaya memperkuat ketahanan dan memantapkan swasembada pangan nasional terus direalisasikan di Sulawesi Tengah.
Langkah konkret ini ditunjukkan melalui pelaksanaan tanam perdana padi di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Desa Olu, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sigi Rizal Intjenae, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi Halwiah Rizal, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Daerah Pemilihan Sigi-Donggala Henri Muhidin, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Anggota DPRD Sulteng, Henri Muhidin, mengatakan program Cetak Sawah Rakyat merupakan bagian krusial dalam memperluas areal tanam produktif sekaligus mendongkrak produksi pangan di Kabupaten Sigi.
Ia menekankan, lahan yang telah dibuka harus dibarengi dengan pola pengelolaan secara berkelanjutan agar mendatangkan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani lokal.
“Tanam perdana ini menjadi momentum penting untuk memastikan lahan Cetak Sawah Rakyat di Desa Olu benar-benar produktif. Kita ingin lahan yang sudah dibuka ini terus dikelola dan menghasilkan produksi pangan secara berkelanjutan,” ucapnya.
Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan, penguatan sektor pertanian di Kabupaten Sigi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan lokal, melainkan bagian dari komitmen daerah dalam menopang target swasembada pangan skala nasional.
“Kita mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Karena itu, setiap potensi lahan pertanian harus dimanfaatkan secara optimal dan dikelola dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Henri mengingatkan instansi teknis agar keberhasilan program pencetakan sawah tidak hanya diukur dari selesainya pembukaan fisik lahan semata.
Pasca-tanam perdana, dukungan berkelanjutan seperti pendampingan penyuluh,penyediaan sarana produksi (saprodi), agar produktivitas lahan dapat terus terjaga.
“Yang paling penting setelah tanam perdana adalah bagaimana menjaga agar lahan ini tetap produktif. Pemerintah, petani dan seluruh pihak terkait harus bersama-sama memastikan pengelolaannya berjalan dengan baik,” kata Henri.
Ia menilai kolaborasi dan sinergi Lintas-OPD, pemerintah daerah, serta kelompok tani menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas pertanian di Sigi secara jangka panjang.
“Kita ingin pertanian di Sigi semakin maju, produksi pangan meningkat, petani semakin sejahtera, dan daerah kita bisa memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan serta swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (*)



