DONGGALA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Panca Insan Mandiri Dua di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, turut diresmikan Badan Gizi Nasional (BGN) secara serentak di 16 provinsi wilayah timur Indonesia dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi, Jumat (2/10/2026).
Di Sulawesi Tengah, peresmian secara simbolis SPPG Yayasan Panca Insan Mandiri Dua, di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.
Kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid, dengan menggabungkan konferensi virtual melalui Zoom dan peresmian langsung di halaman SPPG Yayasan Panca Insan Mandiri Dua.
Sementara itu, peresmian tingkat pusat digelar di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dan dihadiri langsung Kepala BGN, Sudaryono.
Peresmian di Desa Dalaka dihadiri Asisten III Setda Donggala, Isngadi, Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Hidayat Pakamundi, Anggota DPRD Donggala, Jinurain Lamakatutu, Direktur Pengadaan dan Penyaluran Wilayah III, Ranto, serta Plt Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Palu wilayah Sulawesi Tengah, Muhammad Aril Putra.
Sejumlah perwakilan pemerintah kecamatan, pengurus SPPG, dan masyarakat setempat juga turut menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Isngadi mengatakan kehadiran SPPG menjadi langkah konkret untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pemenuhan gizi sejak dini menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“SPPG bukan hanya tempat layanan, tetapi menjadi simpul intervensi nyata negara agar akses gizi benar-benar sampai kepada masyarakat,” kata Isngadi.
Ia menilai keberadaan SPPG memiliki peran strategis di Kabupaten Donggala, mengingat tantangan geografis dan persebaran penduduk yang perlu diperhatikan dalam pemerataan layanan gizi.
Isngadi menyebut persoalan gizi dan stunting masih membutuhkan penanganan yang terukur dan berkelanjutan.
“Kita berharap kehadiran SPPG di Desa Dalaka dapat memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak,” ujarnya.
Isngadi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Donggala siap mendukung pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi lintas sektor dan keterlibatan pemerintah desa agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Ia juga berharap pengelolaan SPPG berjalan optimal dan berkelanjutan, sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola makan sehat dan menjaga kesehatan keluarga.
“Dukungan semua pihak sangat menentukan keberhasilan program ini. Kita ingin SPPG ini hidup, dimanfaatkan, dan menjadi bagian dari perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga pola makan dan kesehatan keluarga,” pungkasnya. (*)