DONGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, menghadirkan program beasiswa tahfiz Al-Qur’an bertajuk Satu Desa, Satu Hafiz Qur’an bagi warga Kabupaten Donggala.
Untuk menjalankan program tersebut, Pemkab Donggala menyiapkan anggaran sebesar Rp800 juta dalam APBD 2025 yang diperuntukkan bagi 44 hafiz dan hafizah asal Kabupaten Donggala.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Donggala, Ardian Madiua, mengatakan program tersebut merupakan salah satu program unggulan Bupati Donggala Vera Elena Laruni dan Wakil Bupati Taufik M Burhan.
Menurut Ardian, program beasiswa tahfiz Al-Qur’an tersebut telah berjalan setelah Pemkab Donggala menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Alkhairaat.
“Program ini menyiapkan anggaran sebesar Rp800 juta dan diperuntukkan bagi 44 orang hafiz dan hafizah. Ibu Bupati Donggala berkeinginan mencetak generasi Qurani di Kabupaten Donggala,” kata Ardian Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, para penerima beasiswa tersebar di sejumlah pondok pesantren yang menjadi tempat pembinaan hafalan Al-Qur’an.
Di antaranya Pondok Pesantren Alkhairaat Pusat Palu di Jalan Sis Aljufri, Pondok Pesantren Nahdlatul Khairaat di Kecamatan Labuan, serta Pondok Pesantren Madinatul Ilmi di Dolo, Kabupaten Sigi.
Selain itu, terdapat penerima beasiswa yang mengikuti pembinaan di Pondok Pesantren Imam Bukhari di Jalan Sungai Manonda, Palu, serta pesantren di Desa Tenggobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala.
Ardian menegaskan, meski sebagian lokasi pondok pesantren berada di luar Kabupaten Donggala, para penerima program merupakan warga atau calon hafiz dan hafizah yang berasal dari wilayah Kabupaten Donggala.
Ia mengatakan program tersebut bertujuan melahirkan kader dan generasi Qur’ani, khususnya generasi muda yang memiliki kemampuan dalam menghafal Al-Qur’an.
Ardian berharap kerja sama antara Pemkab Donggala dan sejumlah pondok pesantren dalam program tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan pendidikan keagamaan.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Putra Alkhairaat Pusat Palu, Ahmad Hadi Rumi, berharap program beasiswa tahfiz tersebut dapat terus dilanjutkan oleh Pemkab Donggala.
“Kami harapkan program dari pemerintah Donggala ini terus berkelanjutan, khususnya untuk para santri yang punya kompetensi,” ujar Ahmad.
Menurutnya, program tahfiz Al-Qur’an merupakan program yang baik karena memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki keinginan menghafal Al-Qur’an untuk mendapatkan fasilitas dari pemerintah.
Ia juga berharap program serupa dapat menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten dan kota lainnya dalam mendukung potensi generasi muda di bidang keagamaan.
Dengan adanya dukungan pemerintah, Ahmad berharap para santri asal Kabupaten Donggala dapat terus mengembangkan kemampuan dan keinginannya untuk menghafal Al-Qur’an. (*)