DONGGALA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Donggala menggelar Lomba Bertutur bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Donggala di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 15 peserta tampil secara bergantian membawakan beragam cerita rakyat, legenda lokal, hingga pesan pendidikan di hadapan dewan juri, guru, dan para orang tua.
Sejumlah cerita berbasis kearifan lokal budaya Kaili yang diangkat para peserta di antaranya asal-usul kuliner Kaledo, hingga kisah Pusentasi (Pusat Laut) yang terletak di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah.
Untuk memperkuat kearifan lokal, para peserta tampil mengenakan pakaian adat Kaili, lengkap dengan sampolu (penutup kepala khas perempuan Kaili) bagi peserta perempuan dan siga bagi peserta laki-laki.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Donggala, Fauziah, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk mengasah keberanian serta kemampuan siswa dalam menyuarakan gagasan di depan umum melalui seni bercerita.
“Tujuannya bagaimana anak-anak diajarkan supaya mampu dalam hal seni bercerita dan punya kemampuan untuk menyampaikan cerita di depan umum,” kata Fauziah.
Ia mengapresiasi keberanian serta penjiwaan 15 peserta yang tampil maksimal dalam membawakan narasi bertema kearifan lokal tersebut.
Fauziah menegaskan, seluruh proses penilaian dan penentuan pemenang diserahkan penuh kepada dewan juri sesuai kriteria yang disepakati.
Peserta yang keluar sebagai juara pertama akan mewakili Kabupaten Donggala pada Lomba Bertutur tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 14–15 September 2026. (*)