Donggala – Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan, membuka kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Tahun 2026 di SMK Al-Amiin, Desa Wani II, Kecamatan Tanantovea, Rabu (20/5/2026), sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, Camat Tanantovea, Kapolsek Labuan, Danramil Tawaeli, kepala sekolah, serta sejumlah stakeholder terkait lainnya.
Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan gizi sejak dini.
Dalam sambutannya, Taufik mengaitkan kegiatan itu dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional. Menurutnya, semangat kebangkitan juga harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini kita maknai sebagai ajakan untuk bangkit, termasuk di bidang kesehatan. Kita ingin Donggala juga bangkit, salah satunya melalui generasi muda yang sehat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan remaja putri karena mereka akan menjadi calon ibu di masa mendatang.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah rutin mengonsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Donggala, angka stunting di daerah itu pada triwulan I tahun 2026 berada di angka 17,53 persen. Meski mendekati target nasional, kondisi tersebut masih memerlukan perhatian serius.
Salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka stunting yakni kasus anemia yang masih cukup tinggi, terutama pada remaja putri dan ibu hamil.
Kegiatan Gerakan Aksi Bergizi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung program percepatan penurunan stunting serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Pada tahun 2025, capaian konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri di Kabupaten Donggala mencapai 85,45 persen. Namun, masih terdapat wilayah yang capaiannya berada di bawah target, salah satunya wilayah kerja UPTD Puskesmas Malambora Wani yang baru mencapai 64,39 persen.
Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas, seperti senam bersama, makan buah bersama, dan minum tablet tambah darah secara serentak oleh para siswi.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama lintas sektor sebagai bentuk dukungan terhadap upaya perbaikan gizi masyarakat.
Taufik menegaskan penanganan masalah gizi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Donggala berharap kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan gizi semakin meningkat demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang. (*)