WhatsApp Image 2026-10-27 at 18.11.20
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Studi Tiru Disdikbud Banggai ke Donggala, Bahas Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan

DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala membagikan pengalaman dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan kepada rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Banggai dalam kunjungan studi tiru.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Kecamatan Banawa, Senin (26/10/2026).

Rombongan studi tiru diterima langsung oleh Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan.

Dalam sambutannya, Taufik menyambut baik kunjungan tersebut sebagai kesempatan bagi kedua daerah untuk bertukar pengalaman, berbagi praktik baik, serta memperkuat kerja sama dalam pengembangan sektor pendidikan.

“Selamat datang di Kabupaten Donggala. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk saling berbagi pengalaman, bertukar informasi, dan belajar bersama dalam upaya meningkatkan akses serta kualitas pendidikan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Donggala adalah meningkatkan akses pendidikan melalui pendataan dan penanganan anak tidak sekolah.

Berdasarkan data yang dipaparkan, sebelumnya terdapat 9.184 anak tidak sekolah di Kabupaten Donggala. Melalui upaya Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) serta pemutakhiran data, sebanyak 3.180 anak di antaranya telah kembali bersekolah.

Atas capaian tersebut, Kabupaten Donggala menerima Anugerah Bago Nggabelo dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Penghargaan itu diberikan atas capaian pengembalian anak tidak sekolah ke satuan pendidikan di Sulawesi Tengah.

Menurut Taufik, capaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan adanya kesempatan bagi ribuan anak untuk kembali memperoleh pendidikan.

Selain memperluas akses pendidikan, Pemkab Donggala juga berupaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui kerja sama dengan Google Indonesia dalam program Google for Education.

Dari 1.400 guru yang mengikuti seleksi, sebanyak 520 guru dari 16 sekolah berhasil lolos ke tahap lanjutan.

Sementara itu, sebanyak 96 guru dan kepala sekolah dari 18 SMP mengikuti sertifikasi Google Certified Educator Level 2 dan dinyatakan lulus. Para peserta dibekali kemampuan untuk mengembangkan situs web sekolah serta menerapkan pembelajaran interaktif berbasis teknologi.

Sebanyak 18 sekolah tersebut selanjutnya dipersiapkan menjadi sekolah rujukan Google.

Taufik juga mengapresiasi Kepala Dikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, beserta jajarannya atas upaya yang dilakukan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut.

Upaya lainnya diwujudkan melalui pengoperasian Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), yang menurut Taufik menjadi sekolah pertama dengan konsep tersebut di Sulawesi Tengah.

Program itu menawarkan pendidikan gratis dengan standar internasional dan nilai investasi yang disebut mencapai Rp350 miliar. Saat ini, kegiatan pembelajaran telah dimulai di lokasi transisi.

Taufik menegaskan, keberadaan SNT tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak Donggala untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Ia menambahkan, visi Kabupaten Donggala untuk menjadi daerah yang sejahtera, maju, berdaya saing, dan berkelanjutan perlu didukung sumber daya manusia yang terdidik dan memiliki kompetensi.

Menurutnya, potensi kelautan, kesuburan tanah, serta kekayaan budaya Donggala perlu dikelola oleh generasi yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai.

Melalui studi tiru tersebut, Pemkab Donggala berharap pertukaran pengalaman dengan Kabupaten Banggai dapat menghasilkan praktik baik yang bisa diterapkan untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan di masing-masing daerah.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua MKKS I Kabupaten Donggala, Ketua MKKS I Kabupaten Banggai, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, kepala dinas pendidikan dari kedua kabupaten, serta para kepala sekolah dari Donggala dan Banggai. (*)