Donggala – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Donggala menggelar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak di 22 fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai 8 Juni hingga 8 Juli 2026 melalui kerja sama antara Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Donggala dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala.
Pelayanan KB serentak tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Labuan, Puskesmas Banawa, Puskesmas Banawa Selatan, serta puskesmas lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Donggala.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Donggala, Moh. Milhar Halili, saat menghadiri pelayanan KB di Puskesmas Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Rabu (17/6/2026).
Milhar mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga sekaligus mendukung program pembangunan kependudukan.
Dalam layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai jenis pelayanan kontrasepsi, seperti Intra Uterine Device (IUD), implant, Metode Operasi Pria (MOP), dan Metode Operasi Wanita (MOW), sesuai hasil konsultasi dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Milhar mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang telah disediakan selama periode pelaksanaan kegiatan.
“Melalui momentum Harganas ke-33 ini, kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Donggala untuk memanfaatkan pelayanan KB dengan sebaik-baiknya. Program KB membantu mengatur jarak kelahiran, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Menurutnya, perencanaan keluarga yang baik menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
Ia berharap pelaksanaan pelayanan KB serentak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keluarga berencana sebagai fondasi dalam membangun keluarga yang harmonis dan berketahanan.
“Mari bersama-sama mewujudkan keluarga yang harmonis, mandiri, dan berketahanan sebagai modal utama pembangunan daerah,” tutupnya. (*)