DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala resmi memulainya proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama untuk enam lokasi bernilai Rp30,2 miliar dari APBN.
Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kamis (8/10/2026).
Peletakan batu pertama di Desa Batusuya tersebut sekaligus menjadi simbolis dimulainya pembangunan secara serentak enam titik KNMP di wilayah Donggala.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan bahwa seluruh alokasi anggaran dari pemerintah pusat tersebut mencakup pembangunan berbagai fasilitas vital pendukung aktivitas nelayan.
“Pembangunan ini mencakup tambatan perahu nelayan, shelter pendaratan ikan, kantor pengelola, dok kapal, pabrik es, cold storage, dan kios perbekalan yang tersebar pada enam lokasi di Kabupaten Donggala,” kata Vera.
Mengenai pengerjaan proyek, Vera menjelaskan bahwa proses lelang dan tender dari kementerian terkait telah tuntas sejak dua bulan lalu.
Saat ini, proses fisik di lapangan tengah berjalan serentak di seluruh lokasi target.
“Memang ini dikejar waktu karena prosesnya baru selesai. Target selesainya sampai akhir tahun ini, tanggal 15 Desember harus selesai,” ujarnya.
Untuk mendukung realisasi proyek dari pemerintah pusat ini, Pemkab Donggala mengambil peran utama dalam penyiapan serta pembebasan lahan, termasuk melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat lokal.
“Dukungan kami yaitu menyiapkan lahannya. Tentu perlu sosialisasi memberikan pengertian kepada masyarakat terkait pemanfaatan lahan ini,” terangnya.
Vera menambahkan, pemeliharaan kawasan KNMP nantinya akan beralih ke pemerintah daerah setelah proses hibah dari pemerintah pusat selesai dilaksanakan, sehingga pengelolaan aset dapat dioptimalkan langsung demi kepentingan nelayan.
Ia menaruh harapan besar agar hadirnya KNMP tidak sekadar menjadi pembangunan fisik semata, tetapi mampu menggerakkan roda ekonomi pesisir melalui kepastian harga dan kemudahan pemasaran hasil tangkap.
“Saya berharap KNMP ini tidak berhenti pada pembangunan fisik. Setelah dibangun, kawasan ini harus benar-benar hidup. Ikan lebih mudah didaratkan, disimpan, dan dipasarkan, harganya lebih pasti, serta nelayan mendapatkan manfaat yang lebih besar,” tegasnya.
Vera mengimbau agar seluruh elemen mulai dari pemerintah desa, kecamatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, koperasi, hingga pelaku usaha dapat bersinergi mengawal keberlangsungan fasilitas tersebut.
“Saya ingin pembangunan di Donggala berjalan dari dua sisi. Di pesisir kita kuatkan nelayan dan ekonomi kelautan, di wilayah pertanian kita dorong petani agar semakin produktif dan mandiri. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, semua pihak harus mengawal,” tutup Vera. (*)