DONGGALA – Program pembinaan kemandirian menenun bertajuk “Wakarla” (Warga Binaan Berkarya Lagi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Donggala mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman.
Hal itu ia sampaikan saat meninjau Rutan Kelas II B Donggala, Kecamatan Banawa, pada Selasa (29/9/2026).
Program ini dirancang untuk membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan kerja, menumbuhkan kreativitas, sekaligus melestarikan motif tenun khas daerah Donggala sebagai bekal mandiri setelah bebas.
“Wakarla membuktikan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada masa pidana, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat bagi ekonomi mereka sekaligus melestarikan budaya daerah. Kegiatan ini perlu terus didukung dan dikembangkan,” kata Herman.
Ia menambahkan agar kualitas produk, inovasi motif, dan jangkauan pemasaran kain tenun karya WBP tersebut terus diperluas.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Donggala, Rusli Suryadi, menyampaikan bahwa tenun Wakarla telah menjadi program unggulan yang melatih warga binaan dari tingkat dasar hingga mahir.
Apresiasi dari Kakanwil ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan ke depan.
Salah seorang WBP peserta program, AS, mengaku bersyukur dapat menguasai keterampilan menenun selama menjalani masa pidana.
“Saya diajarkan dari dasar oleh petugas pembina. Hasil karya ini membuat saya bangga dan berharap keterampilan menenun dapat menjadi mata pencaharian saya setelah bebas nanti,” ucapnya.
Melalui dukungan ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng terus mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan untuk mengembangkan potensi warga binaan sesuai karakteristik lokal daerah masing-masing. (*)