DONGGALA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan perkebunan warga di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, sejak Selasa (18/8/2026) malam.
Kasi Humas Polres Donggala, Iptu Andi Marjianto, mengatakan kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 20.00 Wita.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 7 hektare.
“Kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat dan beberapa lahan di sekitarnya. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 7 hektare,” kata Iptu Andi, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, pada Rabu (19/8/2026) malam masih terpantau sejumlah titik api di lokasi. Petugas juga menghadapi kendala medan dan akses jalan menuju titik kebakaran yang cukup sulit.
Penanganan kembali dilakukan tim gabungan pada Kamis pagi. Sekitar pukul 08.30 Wita, dimulai dengan apel konsolidasi kesiapan pemadaman yang diikuti personel BPBD Donggala, aparat desa, masyarakat, personel Brigif, Pleton Yon TP, Polsek Sindue serta tim kesehatan dari UPTD Puskesmas Kayuou.
Tim dibagi menjadi empat kelompok untuk mengecek dan menangani titik api di sekitar lahan yang terbakar.
Keempat kelompok tersebut terdiri dari tim Yon TP, Brigif, BPBD, serta kelompok masyarakat bersama personel Polsek Sindue dan Bhabinkamtibmas.
Kasi Humas juga menyebut hingga pukul 11.30 Wita, tim tidak lagi menemukan nyala api di sekitar lokasi. Namun, masih terdapat satu titik bara pada puing-puing pohon tumbang yang mengeluarkan asap.
Petugas kemudian melakukan penyiraman menggunakan air dan peralatan yang tersedia di lapangan.
“Pada pukul 12.00 Wita, berdasarkan hasil pengecekan, hanya tersisa bara api dan seluruhnya telah dipadamkan. Situasi aman dan kondusif,” ucapnya.
Meski api telah berhasil dipadamkan, tim gabungan tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kondisi cuaca panas disertai angin kencang dinilai dapat membuat bara kembali menyala.
Hingga Kamis sore, petugas masih bersiaga di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya. (*)