Bupati Donggala Dorong Penguatan Akses KUR bagi Petani Jagung di Donggala

DONGGALA – Bupati Donggala, Vera Elena Laruni mendorong petani jagung memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha pertanian.

Hal itu disampaikan Vera saat membuka Sosialisasi Tindak Lanjut Kerja Sama KUR bagi Petani Jagung se-Kabupaten Donggala, Jumat (14/8/2026).

Vera mengatakan keterbatasan modal masih menjadi salah satu kendala petani dalam mengembangkan usaha pertanian.

Modal tersebut dibutuhkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan produksi, seperti benih, pupuk, obat-obatan hingga pengolahan lahan.

“Melalui program KUR, para petani diharapkan mendapatkan akses pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas, serta kesejahteraan keluarga petani,” kata Vera.

Menurutnya, keberhasilan program KUR tidak hanya bergantung pada ketersediaan pembiayaan.

Sinergi antara pemerintah, perbankan, koperasi, pendamping desa dan petani juga diperlukan agar program tersebut berjalan optimal.

Bupati Donggala meminta pemerintah kecamatan dan desa turut menyosialisasikan program KUR kepada masyarakat.

Ia juga mendorong pendampingan bagi petani yang memenuhi persyaratan agar pembiayaan tersebut dapat digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Koperasi RMP Indonesia, Ronny Tanusaputra mengingatkan agar pembiayaan KUR dikelola secara transparan, akuntabel dan bertanggung jawab.

“KUR bukan sekadar dana yang dipinjamkan, melainkan modal kerja yang harus dikelola dengan perencanaan usaha yang matang, dicatat dengan rapi, dipantau pelaksanaannya dan dikembalikan tepat waktu,” ujar Ronny.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas produksi, pengolahan hasil panen hingga pemasaran jagung. (*)