Donggala — Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Donggala tahun 2026 dilakukan secara digital dan kini memasuki tahap tes fisik serta kesehatan.
Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Donggala, Abdul Jabar, mengatakan seluruh tahapan seleksi mengacu pada sistem aplikasi milik Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Menurutnya, sistem tersebut diterapkan untuk menjamin transparansi dan objektivitas hasil seleksi tanpa intervensi pihak mana pun.
“Ujian tertulis melalui aplikasi BPIP sudah selesai. Saat ini kami turun ke lapangan untuk melakukan tes fisik dan kesehatan bagi peserta yang lolos,” ujar Abdul Jabar, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, seleksi berbasis digital telah diterapkan sejak tahap Tes Inteligensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Peserta yang tidak memenuhi ambang batas nilai otomatis gugur.
Selain itu, persyaratan fisik juga menjadi faktor penentu kelulusan. Standar tinggi badan ditetapkan secara nasional, yakni putra minimal 170 hingga 180 cm dan putri 165 hingga 175 cm.
Untuk menjangkau peserta di 16 kecamatan, panitia menerapkan sistem zonasi yang dibagi dalam empat wilayah seleksi.
Zona tersebut meliputi Dampelas, Balaesang Tanjung dan Balaesang; Sirenja dan Sindue; Banawa, Banawa Tengah dan Banawa Selatan; serta Kecamatan Rio Pakava.
Saat ini, tim seleksi dijadwalkan melanjutkan tahapan di zona empat untuk menyelesaikan seluruh rangkaian seleksi.
Dari ratusan pendaftar awal, kini tersisa 111 peserta yang akan bersaing memperebutkan 32 kuota pasukan inti Paskibraka Kabupaten Donggala tahun 2026.
“Kriterianya jelas. Jika tidak memenuhi syarat, sistem akan langsung mendiskualifikasi. Kami di daerah hanya menjalankan teknis sesuai aturan dari BPIP,” pungkas Abdul. (*)