Donggala – Pemerintah Kabupaten Donggala memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus menyambut Hari Kelautan Sedunia dengan menggelar aksi konservasi pelepasan tukik dan Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja (Pokja) Program SOLUSI Donggala.
Kegiatan itu dilaksanakan di Balai Belajar Pesisir, Pantai Baturoko, Desa Lalombi, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan yang mewakili Bupati Donggala, Vera Elena Laruni.
Selain rakor, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelepasliaran 25 tukik penyu hijau (Chelonia mydas) ke habitat alaminya.

Program SOLUSI merupakan proyek kolaborasi antara Pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Jerman melalui BMUV, serta sejumlah lembaga mitra yang tergabung dalam konsorsium GIZ, ICRAF, SNV, Yayasan KEHATI, dan Yayasan Bonebula.
Program ini berfokus pada penguatan tata kelola wilayah pesisir yang terpadu dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Taufik M Burhan mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah berbasis keberlanjutan.
“Kami berterima kasih kepada GIZ, Yayasan Bonebula, komunitas, dan para pegiat lingkungan yang telah mendukung pembangunan daerah. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Taufik menegaskan bahwa upaya konservasi yang dilakukan sejalan dengan visi Kabupaten Donggala yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ia berharap Program SOLUSI dapat terus berlanjut meski nantinya masa pendampingan dan pendanaan dari Pemerintah Jerman berakhir.
Menurutnya, hasil rakor diharapkan melahirkan rekomendasi konkret, termasuk penyusunan peta konservasi yang dapat diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan regulasi daerah. (*)