DONGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) resmi memulai sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun Ajaran 2026/2027.
Sosialisasi yang digelar di Ruang Kasiromu Kantor Bupati Donggala, Kecamatan Banawa, Rabu (22/7/2026) tersebut dibuka langsung oleh Bupati Donggala, Vera Elena Laruni.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRD Donggala Moh Yasin Lataka, Anggota DPRD Donggala Moh Irfan, Kepala BPMP Sulawesi Tengah Muhammad Anis, Kepala Disdikpora Donggala Ansyar Sutiadi, serta perwakilan guru, siswa, dan orang tua.

Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, menjelaskan bahwa SNT merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan menghadirkan pendidikan bermutu hingga ke daerah sesuai arahan Presiden RI.
Donggala sendiri terpilih menjadi satu dari 17 daerah di Indonesia yang dipercaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melaksanakan program transisi SNT.
“SNT ini nantinya menjadi contoh praktik pendidikan bermutu. Ini menjadi percontohan di Sulawesi Tengah,” kata Ansyar.
Ia menambahkan, konsep SNT dibangun melalui tiga pilar utama, yakni transformasi infrastruktur, transformasi sumber daya manusia, dan transformasi pembelajaran.
“Fasilitas sekolah nantinya sangat lengkap, mulai dari laboratorium, perpustakaan, ruang seni, sarana olahraga, hingga teknologi informasi yang mendukung proses belajar mengajar,” ujarnya.
Guna menunjang kualitas pengajaran, calon Kepala SNT Donggala akan dipimpin oleh Andi Fahrul, putra daerah yang berhasil lolos seleksi nasional.
Andi Fahrul dinilai memiliki kompetensi mumpuni karena merupakan satu-satunya tenaga pendidik di Donggala yang mengantongi sertifikasi Google for Education.
Sambil menunggu pembangunan gedung utama di kawasan Lapaloang, Kelurahan Ganti telah rampung, kegiatan belajar mengajar sementara akan dipusatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mavali, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa.
Pada tahap awal ini, kuota peserta didik yang diterima masih terbatas. Jenjang SMP dan SMA masing-masing hanya membuka dua kelas dengan kuota 40 siswa.
“Karena masih tahap awal dan melalui proses seleksi, tentu belum semua siswa bisa diterima. Peserta didik dipilih berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi snt.kemendikdasmen.go.id.
Tahap pengumuman dan sosialisasi berlangsung pada 21–24 Juli 2026, sedangkan pendaftaran dibuka pada 21–27 Juli 2026 dengan mengunggah dokumen persyaratan secara langsung ke portal resmi http://snt.kemendikdasmen.go.id/ .
Ansyar berharap kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi ini mampu menjadi pengungkit peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Donggala. (*)