Pemkab Donggala Genjot Pendapatan Daerah, Bapenda Sosialisasikan PBJT

DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mendorong peningkatan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dengan menggelar sosialisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Kecamatan Banawa, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Donggala, Isngadi. Turut hadir Kepala Bapenda Donggala Fikri, perwakilan Kejaksaan Negeri Donggala, serta sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Donggala.

Dalam sambutannya, Isngadi mengatakan masyarakat pada dasarnya menginginkan hasil nyata dari pembangunan, seperti infrastruktur yang baik, pelayanan publik yang cepat, dan kemudahan dalam menjalankan usaha.

Menurutnya, salah satu sumber pembiayaan pembangunan tersebut berasal dari penerimaan pajak daerah.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan semua pihak memahami dengan jelas pajak apa saja yang menjadi kewajiban, bagaimana cara membayarnya, serta kemudahan layanan yang sudah dan sedang kami siapkan,” kata Isngadi.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Donggala saat ini tidak hanya berfokus pada belanja daerah, tetapi juga terus membenahi pengelolaan pendapatan agar lebih optimal tanpa menambah beban bagi masyarakat.

Menurut Isngadi, pemerintah terus mendorong pelayanan perpajakan yang lebih mudah, proses yang sederhana, serta sistem pembayaran yang semakin terbuka dan mudah diakses masyarakat.

“Kami terbuka terhadap masukan. Kalau masih ada pelayanan yang rumit, kita perbaiki. Kalau masih ada yang lambat, kita percepat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk memandang pajak sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan daerah, bukan sekadar kewajiban yang harus dipenuhi.

“Setiap kali kita menyampaikan pajak kepada masyarakat, jangan hanya bicara kewajiban, tetapi jelaskan juga manfaatnya, mulai dari jalan yang dibangun, layanan yang diperbaiki, hingga program pemerintah yang berjalan. Dengan begitu akan tumbuh kesadaran untuk membayar pajak,” jelas Isngadi.

Selain itu, Isngadi menyebut bahwa sektor pariwisata, UMKM, dan kemudahan berusaha harus terus didorong agar aktivitas ekonomi berkembang dan berdampak pada peningkatan penerimaan daerah.

Asisten III Setda Donggala itu juga mengingatkan seluruh perangkat daerah, termasuk Bapenda, camat, lurah, dan kepala desa, agar bersama-sama mendukung optimalisasi pendapatan daerah sesuai tugas masing-masing.

Menurutnya, upaya peningkatan pendapatan daerah akan menjadi salah satu indikator dalam penilaian kinerja pemerintah ke depan. (*)