DONGGALA – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Donggala yang merupakan perwakilan dari 14 kecamatan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Upacara berlangsung di halaman Kantor Bupati Donggala, Kecamatan Banawa, dengan Bupati Donggala Vera Elena Laruni bertindak sebagai inspektur upacara.
Upacara mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Sejumlah pejabat dan tamu undangan hadir, di antaranya Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, Sekretaris Daerah Rustam Efendi, Ketua DPRD Donggala Moh Yasin Lataka, anggota DPRD, pimpinan OPD, serta unsur Forkopimda.
Mantan Bupati Donggala Kasman Lassa juga hadir bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Donggala, Kepala Rutan Donggala, dan sejumlah pimpinan perbankan.
Komandan Peleton 17 dipercayakan kepada Moh Abyan dari SMA Negeri 1 Sirenja. Pembawa baki bendera yakni Saskia Putri Narulita dari SMA Negeri 1 Banawa.
Sementara Komandan Regu Kelompok 8 dijalankan Dwiky Febriansya dari SMA Negeri 1 Dampelas.
Pembentang bendera adalah Andi Sofyan dari SMA Negeri 1 Sindue dan penarik bendera Nazril Faiz dari SMA Negeri 1 Sindue Tobata.
Rangkaian upacara diawali penghormatan pasukan dan laporan komandan upacara, kemudian dilanjutkan pengibaran bendera Merah Putih.
Usai upacara yang berlangsung khidmat, Pemkab Donggala menggelar ramah tamah di Ruang Kasiromu Kantor Bupati Donggala.
Dalam kesempatan tersebut, Vera menyampaikan apresiasi kepada Paskibraka, orang tua, pelatih, panitia, TNI, Polri, perangkat daerah, sekolah, tenaga kesehatan, petugas keamanan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT RI.
Vera mengatakan peringatan HUT ke-81 RI juga menjadi momentum untuk merayakan HUT ke-74 Kabupaten Donggala.
“Hari ini kita tidak hanya memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga merayakan semangat HUT ke-74 Kabupaten Donggala,” ujar Vera.
Vera mengajak pemerintah, dunia usaha, masyarakat, pemuda, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen daerah memperkuat sinergi dalam membangun Donggala.
“Kalau kita mau bekerja bersama, menjaga satu sama lain, dan tidak mudah menyerah, Donggala bukan hanya bisa bangkit, tetapi bisa berjaya,” katanya. (*)