DONGGALA – Forum Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Donggala bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) menggelar Grand Final Apresiasi Duta Genre Kabupaten Donggala 2026.
Kegiatan itu dilaksanakan di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Kecamatan Banawa, Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Donggala Vera Elena Laruni, didampingi Wakil Bupati Taufik M. Burhan.
Hadir pula Sekda Rustam Efendi, Kepala DP3AP2KB Donggala Milhar, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah Nuryamin, Ketua TP-PKK Donggala, para pejabat Forkopimda/OPD, camat, pengurus Forum Genre, serta ratusan siswa dan guru pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kabupaten Donggala.
Ketua Umum Forum Genre Kabupaten Donggala, Agung Syahreza, menyatakan bahwa ajang ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah apresiasi atas dampak dan aksi nyata remaja di daerah masing-masing.
Ia menekankan pentingnya menerapkan konsep meaningful youth participation agar anak muda tidak lagi hanya dijadikan objek atau sasaran program, melainkan subjek yang dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
“SDM remaja Kabupaten Donggala memiliki daya saing tinggi dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Melalui wadah ini, anak muda dari wilayah pesisir hingga pelosok kecamatan dibina untuk menjadi pendidik dan konselor sebaya,” ujar Agung.
Proses seleksi Duta Genre Donggala 2026 telah berlangsung selama dua bulan dengan menjaring 285 pendaftar dari seluruh kecamatan di Kabupaten Donggala.
Dari tahapan tersebut, sebanyak 34 finalis terpilih mewakili 12 kecamatan, di antaranya Kecamatan Dampelas, Balesang, Sojol, Sindue, Banawa, hingga Rio Pakava.
Seluruh finalis wajib melewati berbagai tahapan penilaian ketat, mulai dari tantangan pembuatan video program, motion challenge, wawancara mendalam, hingga pemaparan program kerja.
Agung menegaskan bahwa indikator penilaian utama berfokus pada aksi nyata, tingkat pemahaman, serta besarnya dampak program kerja yang dijalankan bagi masyarakat. (*)