DONGGALA — Pemerintah Kabupaten Donggala menggelar Sosialisasi dan Pameran Peningkatan Ekonomi Masyarakat Berbasis One Village One Product (OVOP) Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Watatu, Kecamatan Banawa Selatan, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran bantuan sosial (bansos) bagi 1.200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan bahwa penguatan ekonomi daerah harus dimulai dari tingkat desa.
Strategi OVOP diterapkan untuk mendampingi para pelaku usaha lokal agar produk desa tidak hanya berhenti pada tahap produksi, melainkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Ekonomi Donggala harus tumbuh dari desa. Kita punya potensi, tinggal bagaimana kita dorong supaya produk lokal tidak berhenti di produksi, tapi bisa menembus pasar,” ujar Vera dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Donggala, Budi Santosa, selaku penyelenggara utama menyampaikan bahwa program OVOP bertujuan membangun fondasi ekonomi desa yang kokoh.
Budi menjelaskan, edukasi difokuskan kepada aparatur desa, kelompok sadar wisata, serta pelaku UMKM agar fokus mengembangkan satu produk unggulan berdaya saing tinggi.
“Kami mendorong para pelaku usaha lokal untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk. Targetnya, produk-produk unggulan desa ini mampu menembus jaringan pasar ritel modern,” kata Budi dalam laporannya.
Ia menambahkan, pameran ini juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi terintegrasi.
Selain penguatan sektor produktif, Pemkab Donggala menyalurkan bansos berupa minyak goreng kepada masyarakat. Bupati Vera menjelaskan, bantuan ini merupakan bentuk penyesuaian dari janji politik bantuan tabung gas elpiji guna menaati regulasi terkait larangan penerimaan subsidi ganda dari pemerintah.
Vera menekankan bahwa penyaluran bansos dilakukan sebagai jaring pengaman sosial untuk menjaga daya tahan ekonomi warga, sedangkan OVOP menjadi instrumen untuk mendorong kemandirian jangka panjang.
“Di satu sisi kita lindungi masyarakat melalui bantuan sosial, di sisi lain kita dorong kemandirian melalui OVOP. Kedua langkah ini harus berjalan berdampingan,” pungkasnya.
Rangkaian acara tersebut juga diisi dengan pelayanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Disdukcapil, serta pelantikan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). (*)