Pemkab Donggala Resmi Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala resmi menyerahkan hibah lahan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai langkah awal pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Donggala.

Penyerahan hibah ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Hibah Tanah oleh Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, di Tangerang, Kamis (30/7/2026).

Prosesi penandatanganan turut disaksikan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah, Muhammad Anis, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi.

Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, mengatakan penyerahan hibah lahan menjadi tahapan strategis untuk mempercepat pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang telah diprogramkan pemerintah pusat di Kabupaten Donggala.

Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang dilengkapi fasilitas berstandar internasional.

“Resminya penyerahan ini, ini adalah tinta emas sejarah bagi Kabupaten Donggala dalam akselerasi peningkatan mutu pendidikan, serta memberikan kesempatan bagi anak-anak Donggala menikmati fasilitas sekolah berstandar internasional secara gratis,” ucap Ansyar, Sabtu (1/8/2026).

Ia menjelaskan, Sekolah Nasional Terintegrasi akan dibangun di kawasan Lapaloang, Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, di atas lahan seluas sekitar 10 hektare.

Dari total kebutuhan lahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Donggala telah menyiapkan sekitar 5 hektare. Sementara itu, pembebasan sekitar 5 hektare sisanya masih terus dilakukan agar seluruh kebutuhan lahan dapat terpenuhi.

Ansyar menyebut pembangunan fisik sekolah ditargetkan dimulai pada Oktober atau November 2026.

Ia menambahkan, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp300 miliar yang seluruhnya bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Saat ini siap 5 hektare, dan akan dibebaskan lagi 5 hektare. Insya Allah sekitar bulan Oktober atau November mulai pembangunan,” katanya. (*)