DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala resmi membuka Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Donggala Tahun 2026 di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Kecamatan Banawa, Senin (27/7/2026).
Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Donggala, Abdul Jabar, mengatakan pemusatan pendidikan dan pelatihan merupakan tahapan wajib yang harus diikuti seluruh calon Paskibraka sebelum menjalankan tugas pengibaran Duplikat Bendera Pusaka.
Menurutnya, selama mengikuti Pusdiklat para peserta akan mendapatkan pembekalan teknik dan tata cara pengibaran bendera, sekaligus pendidikan mental, karakter, dan wawasan kebangsaan.
“Kegiatan ini bertujuan membentuk calon pemimpin bangsa yang memiliki karakter Pancasila, disiplin, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki rasa cinta tanah air,” ujar Abdul Jabar.
Ia menjelaskan, calon Paskibraka Kabupaten Donggala Tahun 2026 berjumlah 35 orang, terdiri dari 16 peserta putra dan 19 peserta putri. Seluruhnya merupakan perwakilan terbaik dari 14 kecamatan di Kabupaten Donggala yang telah lolos proses seleksi.
Abdul Jabar mengatakan, pelaksanaan Pusdiklat bertujuan menanamkan sikap disiplin, memperkuat semangat kebangsaan, patriotisme, nasionalisme, serta kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta kemampuan teknis kepaskibrakaan sebagai bekal menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Pemusatan pendidikan dan pelatihan dilaksanakan mulai 24 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Kegiatan dipusatkan di lokasi penginapan di Jalan Kesehatan, Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, serta Lapangan Upacara Kantor Bupati Donggala.
Selama mengikuti pelatihan, peserta dibina menggunakan pendekatan “Desa Bahagia” yang menitikberatkan pada pembentukan sikap dan mental melalui pembiasaan perilaku berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
Selain itu, peserta mengikuti latihan peraturan baris-berbaris (PBB), formasi, dan teknik kepaskibrakaan sebagai bagian dari persiapan menjalankan tugas.
Abdul Jabar menambahkan, para calon Paskibraka juga akan menerima berbagai materi pembelajaran dari sejumlah instansi, antara lain pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara daring, kesadaran hukum bagi remaja.
Selain itu, calon Paskibraka akan diberi materi bahaya penyalahgunaan narkoba, kewaspadaan dan ketahanan nasional, pendidikan karakter atau revolusi mental, serta materi teknis kepaskibrakaan.
“Diharapkan seluruh peserta mampu mengikuti proses pembinaan dengan baik sehingga siap melaksanakan tugas sebagai Paskibraka sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda di Kabupaten Donggala,” katanya. (*)