Keluarga Bocah yang Meninggal Saat Dirujuk ke Palu Keluhkan Pelayanan Puskesmas Sabang di Media Sosial

Donggala – Keluarga Alby Fahri (10), bocah asal Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, menyampaikan keluhan terkait pelayanan Puskesmas Sabang melalui media sosial setelah anak tersebut meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit di Kota Palu.

Keluhan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Tiktok @itsaffniii yang ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido.

Dalam unggahan itu, keluarga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Sabang agar kejadian serupa tidak terulang.

Keluarga menjelaskan bahwa pada Minggu (7/6/2026), Alby Fahri mengalami sakit perut hebat dan dibawa ke Puskesmas Sabang untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut keterangan keluarga, dokter yang memeriksa saat itu menyarankan agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit di Kota Palu untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Namun, keluarga mengaku proses keberangkatan pasien mengalami kendala. Mereka menyebut sempat terjadi perbedaan pendapat dengan petugas terkait penggunaan ambulans dan mekanisme rujukan pasien.

Dalam unggahan tersebut, keluarga mengklaim telah menyiapkan ambulans yang selama ini bermitra dengan Puskesmas Sabang dan digunakan untuk membantu pelayanan masyarakat.

Kendaraan itu disebut telah siap digunakan untuk membawa pasien ke Palu.
Meski demikian, keluarga mengaku diminta menunggu persetujuan dan koordinasi lebih lanjut terkait proses rujukan.

Mereka juga mengklaim mendapat penjelasan bahwa penggunaan ambulans di luar ambulans puskesmas dapat memengaruhi administrasi rujukan, penggunaan BPJS, pendampingan tenaga kesehatan, hingga penggunaan infus selama perjalanan.

Keluarga menyebut kondisi pasien terus memburuk selama menunggu proses tersebut.

Mereka juga mengaku sempat berencana menggunakan ambulans milik Puskesmas Sabang. Namun, menurut keterangan keluarga, sopir ambulans sulit dihubungi dan kendaraan disebut perlu mengisi bahan bakar terlebih dahulu sebelum diberangkatkan.

Karena khawatir kondisi pasien semakin kritis, keluarga akhirnya memutuskan membawa Alby menuju Palu menggunakan ambulans yang mereka siapkan sendiri.

Namun, pasien meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit tujuan.
Dalam unggahan tersebut, keluarga juga mempertanyakan prosedur pelayanan dan mekanisme rujukan yang diterapkan di Puskesmas Sabang.

Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Donggala dan instansi terkait melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan, khususnya terkait kesiapan ambulans, prosedur rujukan, dan pelayanan petugas. (*)