Donggala – Dinas Perikanan Kabupaten Donggala bergerak cepat melakukan intervensi konvergensi bagi keluarga berisiko stunting dan miskin ekstrem dengan menyalurkan bantuan pangan berbasis ikan.
Bantuan yang diberikan berupa 1,2 ton bahan baku ikan segar serta 708 paket olahan perikanan seperti abon ikan dan stik ikan.
Bantuan tersebut disalurkan di dua desa, yakni Desa Malino dan Desa Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala.
Program ini difokuskan untuk meningkatkan asupan protein hewani, khususnya omega-3, yang penting bagi pertumbuhan janin dan anak, termasuk perkembangan otak, sistem saraf, mata, serta kepadatan tulang.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf, mengatakan intervensi ini menyasar wilayah dengan tingkat konsumsi ikan yang masih rendah, terutama di daerah dataran tinggi dan pegunungan.
“Penyediaan menu berbasis ikan sangat penting untuk keluarga berisiko stunting dan miskin ekstrem, agar kebutuhan gizi anak dan ibu hamil dapat terpenuhi,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Bantuan disalurkan kepada 159 kepala keluarga (KK) di Desa Malino dan 195 KK di Desa Lumbulama.
Pelaksanaan kegiatan di Desa Lumbulama dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perikanan bersama tim teknis.

Sementara di Desa Malino, kegiatan dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Donggala, Mohammad Fahri.
Menurutnya, penyaluran bantuan dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Donggala untuk menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem,” tambah Ali.
Lebih lanjut, Ali menjelaskan, melalui intervensi terpadu berbasis data dari Bappeda, diharapkan angka keluarga berisiko stunting dapat ditekan hingga 15,5 persen, serta penurunan kemiskinan ekstrem sebesar 10,3 persen.
“Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan konsumsi ikan masyarakat hingga mencapai target 61,62 kilogram per kapita per tahun pada 2026,” tandasnya.
Kegiatan ini turut melibatkan Bappeda Kabupaten Donggala, Camat Banawa Selatan, unsur Forkopimcam, Puskesmas, pendamping keluarga berencana (KB), serta pemerintah desa setempat. (*)